Monthly Archives: November 2010

Apakah Lisan Bisa Menjadi jembatan Keridhaan Allah yang Menuntun ke Surga ?

“Hanya dgn Kata2” – Menakar baik burukny Lisan qt

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah  dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl : 125)

Menahan diri dari kelebihan berbicara akan menutup pintu-pintu syaitan.” (Ibnul Qayyim rahimahullah)

Bg qt2 yg tau pengaruh n efek dr kata2, pasti akn sangat hati b’ucap. Kadang sbgian qt mengakhiri kata2 qt dalam sbuah dialog dgn Istighfar atau Wallahu’alam. Itu smua adalah slhsatu attitude yg tepat drpd kata2 qt asal aj yg t’ucap ddpn org lain. Diantara ulama ada yg mngatakan, “Sesungguhnya Allah Swt menciptakan alam ini dengan kata-kata. Mengangkat langit dengan kata-kata. Menciptakan Adam ra dengan kata-kata. Karena kata-kata kita bisa hidup. Dan karena kata-kata kita bisa menjadi hina. Karena kata-kata, dihari kiamat timbangan seseorang menjadi berat. Karena kata-kata timbangan seseorang menjadi ringan.”

 

Rasulullah saw bersabda, “Sungguh seorang hamba mengeluarkn satu kata yang diridhai Allah Swt, yang ia tidak sadari sama sekali perkataan itu, tapi Allah Swt mengangkat derajatnya dengan perkataannya itu. Dan sungguh seorang hamba mengeluarkan satu kata yang menyebabkan kemurkaan Allah yang ia tidak sadari sama sekali perkataan itu, tapi kemudian karena perkataan itu ia dimasukkan ke dalam Jahannam” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Kata2 tak ubahny spt nafsu atau syahwat. Itu sbabny puasa kata2, bg umat t’dahulu, m’jd suatu bntuk ibadah yg bisa me’dkatkn diri kpd Allah Swt. Ketika manusia mrasa smbong dgn diriny, merasa bangga dgn akal pikiranny, mk skp diam, m’jd kharusan u/ mmlihra hati dr b’bagai kesalahan. Sikap diam merupakan pilihan sulit, krn t’kdg qt merasa suatu keharusan pula u/ bicara. Krn tdk bnyk org bs melakukan kehati-hatian dlm mngambil pilihan antara bicara atau tdk kecuali mrka yg tau betapa bsar dampak dr sbuah kata-kata yg diucapkn. Dan tau bahwa ada p’kataan yg bs m’jd sbab kecelakaan n kesngsaraan.

Krn itulah bnyk org trutama para ulamajg bnyk menasehati qt untuk mampu mngndalikan lisan. Bgimn b’retorika yg baik, kluar lisan yg baik, ttp tawaduk dlm pnyampaian n sgra dtrima jg dnikmati o/ org lain. Para salafusshalih tdk suka b’bcr b’lebihan dlm bcra. Mnrt Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah, kelebihan berbicara sama saja membuka pintu keburukan bagi seseorang. Dan keburukan itu seluruhnya adalah celah masuknya syaitan. “Karenanya, menahan diri dari kelebihan berbicara akan menutup pintu-pintu syaitan itu.”

Continue reading

Advertisements