Monthly Archives: December 2009

Do’a untuk Pengantin Baru

Do’a untuk Pengantin Baru
“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”
Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang mahupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majjah)

Do’a ini diperuntukan kepada saudara/i-ku yang dalam waktu ke depan akan melengkapi setengah diennya. Semoga Allah Swt memberikan berkah, bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Mudah-mudahan lahir generasi terbaik di zamannya, “li qulli marhalahatin rijalluha!”

Nendra Susanti, S.H. dan Dedi Satriawan, S.Si.

Meri Silpiani dan Dendi Setiawan

Juni Fadhillah dan Rahmat Firdaus

Yelvita Sari, S.Si. dan Musytaqim Nasra, S.T.

Advertisements

Kita itu harus…

1. Egois

Kita itu harus egois. Kita itu harus egois untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat terutama ilmu Islam. Seberapa keras kita untuk memperolehnya atau dengan kata lain ikhtiyar kita. Apakah ikhtiyar itu maksimal atau tidak maka nantinya itupula yang akan kita tuai diakhir usaha tersebut. Kita sedapatnya mempunyai moto yang berbunyi seperti ini

“jikalau hidup karena Allah, kenapa kita harus kecewa dan ada alasan karena makhluk”.

Hendaknya moto ini menjadi terdepan dalam kita berbuat, beramal, apalagi kita juga melakukan dakwah kepada manusia. Maka kita harus punya pemikiran egois, setelah kita memperoleh ilmu, agar cahaya islam yang pernah kita dapatkan, sampai kepada setiap target dakwah kita.

2. Keras Kepala

Kita itu harus keras kepala. Saudara/i ku, kita itu harus keras kepala mempertahankan dan menyebarkan ilmu yang kita dapatkan. Seberapa keras kepala kita, menghadapi dan mempertahankan apa yang menjadi pendapat ataupun alasan yang sesuai dengan objektifitasnya di forum-forum umum. Terkadang alasan kita dan peluang sudah ada untuk memberikan sistem yang baik di forum tersebut, tetapi kita kurang keras kepala. Dulu pernah  dengar ada dosen yang punya sifat keras kepala. Ketika itu di fakultas akan mengadakan acara Dies Natalis atau hari jadinya fakultas, maka disepakati adanya rapat dan saat itu dibahas bagaimana logo untuk acara dies natalis tersebut. Setiap dosen yang diundang pada rapat itu, mulai memberikan masukan, usul, ide-ide kreatif, begitu pula dengan sang dosen keras kepala ini. Semua orang tahu ide yang disampaikan dosen ini biasa-biasa aja, tapi sang dosen ini, tidak pernah berhenti untuk menjelaskan idenya ini. Sehingga akhirnya, ide dan usulnya pun diterima oleh forum rapat, Wallahu’alam apakah orang sudah bosan mendengar dia berpendapat, ataupun karena segan karena sang dosen ini juga merupakan dosen senior di kampus.

Saudara/i ku, coba bayangkan, apa yang dilakukan sang dosen, kita cobakan pada praktek dakwah kita??? InsyaAllah, banyak berkah yang diberikan Allah pada Muharrik dakwah ini. Tapi kita juga tidak boleh lupa caranya, yaitu cara yang Hasan seperti dalam QS. Ali Imran: 104 dan An Nahl: 125. Ayo, mari kita ingat lagi saudara/i ku?!

Continue reading


Puisi Negeri Para Bedebah

Puisi Negeri Para Bedebah

Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan